Pengertian Syair

Syair adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu syu'ur yang artinya "perasaan".Menurut isinya, syair  dibagi menjadi lima golongan, yaitu 

Syair Panji
Syair panji adalah syair yang berisikan atau bercerita tentang keadaan yang terjadi dalam sebuah istana atau kerajaan atau keadaan orang-orang yang ada atau berasal dari dalam istana. Contohnya Syair Ken Tambunan.

Lalulah berjalan Ken Tambuhan
diiringkah penglipur dengan tadahan
lemah lembut berjalan pelahan-lahan
lakunya manis memberi kasihan
Tunduk menangis segala puteri
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri

Lakunya seperti jin dan peri

Syair Romantis
Syair romantis adalah syair yang berisikan tentang percintaan/asmara pelipur lara, cerita rakyat. seperti kata wikipedia Syair Bidasari adalah syair yang berkisah tentang Bidasari, seorang puteri raja yang sangat cantik. Dia tidak tahu asal-usulnya, dan kemudian diangkat anak oleh sepasang pedagang kaya. Ratu negeri yang cemburu akan kecantikannya kemudian bersekongkol untuk kemudian membuang Bidasari ke hutan. Di sana dia ditemukan oleh raja yang kemudian menikahinya. Contohnya, Syair Bidasari.


Bibirnya bagai peta dicarik-carik,
Lehernya jenjang kumbu ditarik,
Bersucing emas bunga anggrek,
Mungkin bertambah parasnya baik,

Betisnya bagai bunting padi,
Paras seperti nilakandi,
Seperti hitam sudah diserodi,
Dipagar nilam, intan dan pudi,

Pinggangnya ramping, dadanya bidang,
Panjang lampai sederhana sedang,
Cantik manjelis gilang gemilang,

Tidak jemu mata memandang.

Syair Kiasan
Syair kiasan adalah syair yang menceritakan tentang percintaan antara ikan, burung, bunga, atau buah-buahan yang semuanya itu hanyalah simbolik yang terkandung di dalamnya, kiasan atau sindiran kepada peristiwa tertentu. Contohnya, Syair Burung Pangguk.

"Bulan purnama cahayanya terang,
Bintang seperti indah dikarang,
Rawannya Pungguk bukan sembarang,
Berahikah bulan ditanah seberang.

Gemeralapan cahaya Bintang Kertika,
Beratur majelis bagai dijangka,
Sekaliannya bintang terbit belaka,
Pungguk melihat kalbunya duka...,

Tengah malam Pungguk terjaga,
Melihat Bintang Puyuh Laga,
Bintang Belantik beratur tiga,
Cahayanya terang tidak terhingga...

Rawannya Pungguk tiada terperi,
Melihat Bintang Pari-Pari,
Bulan purnama cahaya berseri,
Haram tak boleh pungguk hampiri...

Terbitlah bintang sebelah wetan,
Cahayanya limpah ditengah lautan,
Menantikan sampai janji suratan...

Hari malam Bulan nan terang,
Paksi berbunyi suaranya jarang,
Merak berbunyi segenap jurang,

Cengkerik bersyair mengatur sarang".


Syair Sejarah
Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah terpenting, misalnya tentang peperangan. Contoh, Syair Perang Mengkasar.

Syair Agama
Syair agama adalah syair yang mengandungi tema ajaran ilmu tasawuf. Syair agama tergolong syair terpenting, terbagi menjadi empat, yaitu syair sufi, syair tentang ajaran Islam, syair riwayat Nabi, dan syair nasihat.

Ciri-ciri syair
Syair terdiri atas empat baris atau larik dalam setiap bait.
Syair tidak memiliki sampiran, seperti halnya dalam pantun. 
Dengan kata lain, semua baris mengandung isi dan makna.
Syair tidak selesai dalam satu bait.
Makna syair ditentukan oleh bait-bait berikutnya/hampir sama dengan paragraf dalam cerita.
Pola rimanya a-a-a-a (rima sama).
Irama terjadi pada setiap pertengahan baris antara empat hingga enam suku kata.

Baca juga Pengertian Kata Serapan
loading...